Diriku telah berdiri di di tempat surga cintanya Ketika ku berjalan bersama kasihku Ku tak meilahat hingga ku tersandung sebuah batu Saat itu pemandangan yang sangat menakutkan Telah membuat buta kedua mataku Kerena menyelimutinya dangan selubung Buram dan gelap Ketika ku kembali menatap kulihat Kumbang kumbang liar mendekati kekasihku Tak berdaya jiwaku menahan amarah yang amat sangat Mereka buas tapi teriakan lentang cintaku Lebih buas dari kumbang kumbang liar itu Jangan pernah kau rebuat kekasihku Takan pernah diriku akan melemah saat semua terjadi Jiwa ini akan membakar amarah perjuanganku Walau bayang bayang sang maut yang mengerikan Tengah berdiri di antara mayat mayat cinta |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar